Kamis, September 09, 2010

Aristoteles dan Para Pemikir Busuk

Politics and the fate of mankind are shaped by men without ideals and without greatness. Men who have greatness within them don't in for politics.

Albert Camus (1913-1960)


Politik itu kotor, kata Albert Camus, pengarang Prancis pemenang Hadiah Nobel Sastra 1957. Politik dan nasib umat manusia, katanya, dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan (kearifan). Orang-orang yang memiliki kehebatan tidak mau terjun ke politik.


Buku ini rasanya terbit di saat yang tepat. Di tengah iklim politik yang carut-marut dan penuh pesimisme, buku ini jelas relevan. Setidaknya kita bisa lebih positif dalam memandang dunia politik. Ketidakacuhan seorang warga pada masalah politik sebenarnya merugikan dirinya sendiri. Seperti dikatakan Plato, salah satu hukuman karena menolak berpartisipasi dalam politik adalah Anda akhirnya akan diperintah oleh orang-orang yang lebih bodoh dari Anda.

Masalah ini pula yang digarisbawahi Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memberikan pengantar buku ini. Ia mengatakan, buku ini dapat memberikan pelajaran politik pada para politisi baru yang belum memiliki wawasan dan pendidikan politik. Terkadang, mereka berpikir pendek dan mempraktikkan politik uang, dagang sapi, dan konsesi politik yang membebani rakyat.

Tetapi, memang, membaca buku ini seseorang bisa langsung diliputi pertanyaan, seperti yang dirasakan KH Mustofa Bisri (Gus Mus). ''Mengapa 39? Mengapa Ibnu Khaldun masuk dan Imam Mawardi tidak? Mengapa Arief Budiman masuk dan Ir Soekarno tidak?'' kata Gus Mus. Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Gus Mus, ''Subjektivitas penulisnya - ketertarikannya, perhatiannya, dan sudut pandangnya -ikut menentukan.''

Apa yang dikatakan Gus Mus memang benar belaka. Subjektivitas penulis memang sangat menentukan pilihan. Dari soal ''Arief Budiman dan Ir Soekarno'' saja banyak orang bisa marah dan menyebut penulis buku ini naïf. Namun, seperti dikatakan Gus Mus, bagaimana pun upaya penulis untuk membantu kita mengenal tokoh-tokoh sosial-politik dunia perlu dihargai.

Bagi mereka yang memiliki kemampuan bahasa Inggris bagus dan terbiasa belajar dengan internet, informasi yang lebih luas dan lengkap memang dapat diperoleh dengan mudah. Keunggulannya, informasi tokoh-tokoh dalam buku ini sudah tersusun sistematis, terlepas dari subjektivitas penulisnya dalam memilih tokoh-tokoh yang ditampilkan.

Socrates hingga Obama

Dari 39 tokoh yang ditampilkan, sebagian besar nama-nama yang sudah sangat popular. Diawali dengan Socrates dan Plato, penulis menderetkan nama-nama seperti Aristoteles, Ibnu Khaldun, Niccolo Machiavelli, Rene Descartes, John Locke, Karl Marx, Martin Heidegger, Jean-Paul Sartre, Albert Camus, Emile Durkheim, Samuel P. Huntington, Francis Fukuyama, Arief Budiman, dan Barack Obama.

Socrates ditempatkan di nomor pertama, mungkin karena ia memang tokoh dan pemikir generasi pertama dari tiga ahli pemikiran filsafat besar dari Yunani, yakni Socrates, Plato, dan Aristoteles. Ia juga figur tradisi filsafat Barat yang paling penting. Sumbangan pemikirannya yang dinilai paling besar adalah metode penyelidikannya, yaitu metode elenchus, untuk menguji konsep moral utama. Oleh karena itulah ia disebut sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral.

Pemilihan Ibnu Khaldun di tengah belantara para pemikir Barat rasanya sangat menarik. Tetapi rasanya juga tidak mengada-ada. Dari apa yang disampaikan Ibnu Khaldun (1332 M-1406 M), kita akan tahu bahwa Islam mungkin sekali merupakan agama yang paling kaya dengan pemikiran politik. Seperti dijabarkan Antony Black, pemikiran politik Islam tergelar panjang dari masalah etika politik, filsafat politik, agama, hukum hingga tata negara. Antony Black juga mengatakan, pemikiran politik Islam dipengaruhi pemikiran politik Plato, Aristoteles, dan Iran kuno.

Lalu ada tokoh Niccolo Machiavelli (1469-1527), yang sering disalahmengerti sebagai tokoh yang ''busuk''. Padahal, Machiavelli hanyalah seorang diplomat yang mendasarkan pemikirannya pada kebutuhan praktis. Namun, memang, pandangan-pandangannya sering menciptakan kesan provokatif ke arah ''segala cara'' bagi penguasa. Dalam karyanya Il Principe, misalnya, ia mengatakan bahwa penguasa harus mampu bermain serbabisa, baik sebagai manusia maupun binatang buas. Seorang penguasa ibaratnya harus bisa mencontoh rubah yang cerdik dan singa yang perkasa; karena singa tak lepas dari jerat, sementara rubah tak dapat lolos dari serigala. Jadi, penguasa harus menjadi rubah untuk mengenali jerat dan menjadi singa untuk menakut-nakuti serigala.

Siapa pula tak kenal Karl Marx (1818-1883)? Pemikir besar ini begitu populer, selain juga dikesankan sebagai ''pemikir busuk'' sepanjang sejarah. Inilah tokoh yang pemikirannya ''membelah dunia'' jadi dua. Karya-karya Marx dibakar dan dilarang di banyak negara. Selama puluhan tahun, terutama di abad ke-20, berbagai negara di Eropa, Afrika, Asia, hingga Amerika Latin, terbelah dua karena dilanda perang dan permusuhan bangsa sendiri. Ratusan juta orang tewas.

Dan Barack Obama? Orang banyak menyebut, pemikiran dan tindakan politik Obama bisa disebut sebagai praktik politik multikultural. Hal itu karena terkait dengan latar belakang keluarga dan bagaimana cara interaksi sosial dan tindakan politiknya sehingga dapat merangkul semua kalangan, ras, etnis, dan bahkan dunia.

Sebuah buku yang cukup melelahkan karena tebal (447 halaman). Tetapi, buku ini pantas dimiliki pejabat, politisi, dan kalangan profesional lain. (*)

*) Djoko Pitono, jurnalis dan editor buku

---

Data Buku

Judul Buku: 39 Tokoh Sosiologi Politik
Penulis: Choirul Mahfud
Penerbit: Jaring Pena, Surabaya
Cetakan: Pertama, 2009
Tebal : xxx + 447 halaman

Sumber: Jawa Pos,  Minggu, 10 Mei 2009

Komentar
Tambah Baru Cari
maman abdurahman   |125.163.120.xxx |H:i:s d-m-Y
kalau ingin mengirimkan tulisan harus dikirim kema na??? terima kasih
Angelina Hendarto  - Aristoteles dan Para Pemikir Busuk     |118.97.57.xxx |H:i:s d-m-Y
Penulis adalah Tuhan bagi isi buku itu sendiri, pe mbaca akan diarahkan mengikut
i gaya tulisan dan ob jektifitas yang ditawarkan. Setuju dengan apa yang dikemu
kakan Gus Mus, penulis memiliki sisi subjek tif dengan menghidangkan sajian yang
terkesan obje ktif...

Angelina Hendarto
Ay  - Aristoteles   |114.59.9.xxx |H:i:s d-m-Y
hmm...memang susah..
kadangala sebuah pemikiran ya ng "baik" seringkali
disalah "aplikasi kan" sehingga yang terjadi adalah kesewenangan ...jadi
semua`y kembali lagi kepada "penguasa& #34;...
ismed syah     |125.167.52.xxx |H:i:s d-m-Y
pemikir-pemikr busuk menjadi sisi lain dari indahn ya dunia. Ada pemikir bijak-p
utih-jernih-damai, da n sisi gelap nya adalah para prancau dunia. Klw nd ak gitu
ndak indah dipandang, ada maling, ada poli si, ada koruptor, ada kpk, ada siang
ada malam, ad a panas ada hujan....dst
ki Dipowardoyo  - menanggapi Albert Camus.   |111.94.120.xxx |H:i:s d-m-Y
Salam. Sepandai-pandai orang berpolitik, paling-p aling menggunakan ilham SETAN
.
s. Ibrahiim Q.S/ 15 : 39. s az Zukruf Q.S. 43: 37; dan sesungguhnya ti pu-musl
ihat setan itu LEMAH. s an Niisa Q.S. 4: 76 . Dan Allah sudah memperingatkan ana
k-cucu Adam su paya jangan dikecoh SETAN s. al A'raaf Q.S. 7: 27. Kalu orang m
au benar-benar menapak jalan yang BE NAR ikuti PETUNJUK Allah saja s.az Zumar Q.
S. 39: 37.. jangan hiraukan omongan para DEMAGOG sekalipu n itu menamakan dirin
ya " Pemimpin Besar Revol usi" dsb. Omongan mereka walau disepakati dan
diikuti orang banyak tetap saja BOHONG s.al An'aam Q.S 6: 116. Akal-akalan or
ang berpolitik bikin c ara DEMOKRASI-pun bohong belaka, mereka selalu ber komplo
t dengan orang berduwit dan tentara yang ber sennjata. Selama ini sejak dulu ra
kyat jelata men jadi mainan dan diobok-obok lahir batinnya oleh pa ra "scoun
drels" itu. Mereka mempunyai kant or intelijen ...
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Bookmark Artikel

Multi Bahasa

English Arabic French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kontribusi Anda

Kami menerima artikel, berita, tips dan segala yang berkaitan dengan dunia buku, penerbitan, film, pendidikan, pengetahuan dan sejenisnya. Silakan melakukan registrasi dan kirim artikel Anda melalui form yang telah disediakan. Jangan lupa sebutkan sumber lengkap artikel yang berkaitan bila Anda mengambilnya dari sumber lain.

Ayo majukan dunia pendidikan dan buku di Indonesia. Terimakasih atas perhatian Anda.

Kami memiliki 2 Tamu online

Login Form